Improvisasi Bisnis MLM
Ditulis Oleh nadia, Tuesday, 11 September 2007
Saat saya memilih untuk menjalankan bisnis MLM setahun yang lalu, sudah terbayang didepan mata, tantangan yang akan dihadapi. Mungkin, anda termasuk orang yang menganggap MLM bukanlah bisnis “betulan” hehe. Saya pun dulu seperti itu.Tapi, saat saya berada dalam pilihan: tidak suka bekerja pada orang lain, tidak punya modal besar, tidak punya keahlian berkarya, dan masih punya hutang sehingga tidak berani membuka hutang baru…saya mentok pada bisnis MLM yang modalnya hanya Rp.30,000,- dan produknya adalah barang-barang yang “saya banget gitu loh” alias kosmetik dan toilettries
.
Perasaan yang menguat saat saya mendengar Brad Sugars dalam seminarnya yang saya hadiri menyatakan persetujuannya untuk mengembangkan pilihan pada bisnis yang no marketing. Mengapa? Karena pada bisnis seperti inilah Anda dapat melakukan improvement secara cepat. Setiap orang berhak atas interpretasi masing-masing bukan? Saya merasa, justru di jenis bisnis inilah saya masih punya kesempatan untuk membuktikan kebalikan dari anggapan negatif dan memperoleh laba tentunya — hal yang dicari dari setiap bisnis.
Pasti langsung terfikir di benak anda…apanya yang unik yaa dari bisnis ini? MLM sudah sangat biasa.
Bisnis MLM adalah bisnis pertemuan, betul?
Bisnis MLM memerlukan motivasi-motivasi yang biasanya baru berhasil melalui tatap muka, ya?
Anda pasti setuju.
Tapi, sebagai sahabat dari Dini Shanti — internet marketer yang fasih dalam hal menjajal aneka program inovasi terbaru dunia bisnis online — dan muridnya jeng Anne Ahira yang notabene telah mendunia sebagai internet marketer dengan reputasi top affiliate internasional, saya memutuskan untuk menjalankan bisnis ini dengan cara yang unik — sebetulnya sudah biasa, namun jarang orang melakukannya. Secara Online.
Dini, pernah mempraktekkannya terlebih dulu. Kini, sebagai rekan yang baik dan memikirkan kesuksesan finasial berdua, hehe, tentu saja ia adalah orang pertama yang muncul dalam benak saya, untuk diajak ber-partner memikirkan strategi dan sistem untuk bisnis MLM yang satu ini.
Gayung bersambut. Dalam waktu sebulan kami berdua berhasil menyelesaikan sistem dan fasilitas yang hanya akan dimiliki oleh anggota jaringan kami. Sebetulnya, ini adalah hal yang sudah biasa dilakukan bisnis afiliasi di internet. Namun ternyata cukup ampuh untuk dijalankan pada sebuah bisnis MLM — yang biasanya memerlukan tatap muka — kebalikan dari konsep online business.
Setiap member akan memiliki sebuah website replikasi. Setiap member akan memperoleh training dalam bentuk ebook yang berisikan cara-cara menjalankan bisnis ini dari awal, mulai hal yang paling basic sampai yang “canggih”nya. Setiap member akan mempunyai kesempatan mendapatkan prospek dan downline karena adanya sistem rotasi secara otomatis. Setiap member bisa menjadi anggota grup diskusi yang 90% hanya bertemu di dunia maya namun ternyata cukup menyamai kehebohan dan semangat para pebisnis MLM yang konvensional. Dan yang terpenting, setiap member dapat menjalankan bisnis yang “ditakuti” banyak orang ini dengan cara yang tidak menakutkan dan hopefully, menghasilkan, seperti yang telah dirasakan oleh banyak jaringan saya ![]()
——————-
Nadia M. Yuniardo.
Co-founder dBC Network
www.dbc-network.info
catatan:
Artikel ini menjadi Juara II Lomba Menulis Bisnis Unik
Majalah Wirausaha & Keuangan – Komunitas Tangandiatas.
Dimuat di Majalah Wirausaha dan Keuangan Edisi September 2007
























