Internet Marketing Indonesia | Asian Brain Community

Artikel Terbaru

 

Revolusi Anne Ahira
Ditulis Oleh Mods, Sunday, 5 August 2007

IsdiyantoJujur saja, saya sebelumnya sama sekali tidak mengenal Hira. Baik lewat koran, majalah, atau internet. Saya mengenal namanya karena dua hal. Pertama, bertemu secara tidak sengaja dengan Dini Shanti dan Nadia, seorang internet marketer yang mengelola simplestrategyonline.com. Saat itu saya mewawancarai keduanya tentang internet marketing, dengan topik tulisan : work at home.

Kedua, saya diberikan kesempatan untuk meliput sebuah acara seminar internet marketing yang dibawakan oleh Anne Ahira di D Best, Fatmawati, Jakarta Selatan yang diselenggarakan oleh komunitas bundainbiz.com yang juga dikelola oleh Nadia dan Dini. Saya malah menawarkan untuk bekerjasama, dengan menjadi media partner di acara tersebut.

Hira di WKSaat itu saya sama sekali belum mengenal wajah Anne Ahira. Bahkan saat menuju ruang seminar, saya berpapasan dengan orang ini di Lift, dengan beberapa ‘body guardnya’ yang berbaju kuning strip hitam. Tentu saya tidak menyapa, karena nggak kenal. Tetapi insting jurnalistik saya mengatakan, orang ini memiliki kemampuan besar. Saya, atas ijin Dini dan Nadia, merekam seminar internet marketing, kemudian saya CDkan untuk menjadi sisipan free kepada pembaca majalah WK.

Saya mungkin sudah ratusan kali meliput orang-orang hebat, para pembicara jagoan, tetapi ada hal bernas yang dibicarakan orang ini. Pertama, ia berbicara tentang realitas bisnis masa depan yang akan menguasai dunia. Kedua, ia berbicara tentang keyakinan. Anda bisa bayangkan. Orang-orang yang memiliki kemampuan berbicara dengan keyakinan sepenuh hati, sebenarnya ia telah merebut hati anda.

Usai, seminar di DBest, saya mencoba mengikuti acara seminar lainnya di kawasan Jatinegara, di Hotel Alila. Usai seminar saya menawarkan diri untuk mengantar ke Hotel di Kawasan Senayan, Jakarta. Ini kesempatan saya untuk berdiskusi lebih detail mengenai nara sumber saya, dan saya meminta waktu untuk wawancara khusus di lain waktu.

Esoknya, jam 9 pagi, saya diberikan waktu khusus untuk wawancara. Di sinilah hati nurani saya sebagai seorang jurnalis terketuk. Saat itu saya katakanan kepadanya. Anda bisa menjadi lokomotif revolusi bagi anak-anak muda di Indonesia. Dan saya katakan sekali lagi. Anda bisa.

Sejak itu saya intens berkomunikasi dengannya. Saya coba meriset dan mencari bahan-bahan tentang Anne Ahira di internet untuk tulisan yang akan saya buat. Betapa terkejut, semua informasi tentang Anne Ahira benar-benar nggak enak dibaca. Penuh dengan sinisme, dan maaf ‘kampungan’, nggak intelek dan sakartis.

Sebagai seorang jurnalis, saya melihat kejanggalan. Mereka melempar informasi tentang Anne Ahira dari kegelapan, alias tidak ada jati dirinya. Tetapi saya sudah kenal dan mengetahui jati diri orang-orang itu karena saya mendatangi kantornya, menanyakan berbagai hal tentang orang ini dari nara sumber orang-orang terdekatnya, dll. Saya beruntung sebagai jurnalis yang sering bergaul dengan reserse polisi di Kompleks saya tinggal. Saya menyimpulkan satu hal : Mereka berbicara tentang internet saja, sementara Ahira berbicara focus pada Internet Marketing. Dua obyek ini sangat jauh bedanya. Mereka juga bukan orang-orang yang hebat di bidangnya, hanya seorang pekerja biasa.

Berawal dari inilah saya melihat jejak Ahira yang pernah dikeroyok, dan Ahira tak melakukan serangan balasan apapun. “Biarlah mereka akan mengetahui sendiri apa yang saya lakukan,” begitu ujar Ahira kepada saya. Saya melihat gagasan Ahira luar biasa bagi kesejahteraan dan harga diri bangsa. Saya melihat ia tidak hanya berteori, tetapi apa yang dikatakan itu juga yang dilakukan.

hira di cover WK Maret 2007Saya menawarkan diri untuk menjadi bagian dari perjuangannya. Saya katakan, saya memiliki media (majalah WK) yang tidak besar, tetapi saya yakin dapat membantu harapan-harapanmu. Saya melihat dibenaknya ada niat suci, yang hanya dimiliki oleh para revolusioner. Karena itu saya berkali-kali mengatakan kepadanya : Ayo Ahira kita Lakukan Revolusi.

Ada tiga alasan mengapa Ahira pantas memimpin revolusi bisnis. Pertama, Ahira memiliki keyakinan yang sangat kuat. Kedua, Ahira memiliki kemampuan yang besar untuk melakukan perubahan, Ketiga, Ahira memiliki kemauan yang besar.

Anda bayangkan, jika AsianBrain yang didirikannya kelak mampu mencetak satu juta internet markerter dunia dengan penghasilan rata-rata 1000 dolar per orang per hari, apakah itu bukan sebuah revolusi?. Tetapi meyakinkan hal ini kepada orang lain tidak semudah membalik tangan. Bahkan wartawan-wartawan lain belum tergerak membantu perjuangan Ahira. Mereka masih takut memberitakan Anne Ahira karena ‘imejnya masih jelek’. Imej yang mana? Mereka sering mengutarakan bahwa berita Anne Ahira diblog-blog masih ‘miring’. Bayangkan. Wartawan saja, yang termasuk menganut prinsip keseimbangan berita bisa terpengaruh, apalagi orang awam yang baru mengenal nama Ahira dan baru mengenal internet marketing.

Hari ini kita melihat perjuangan Ahira memasuki satu celah perjuangan panjang menuju revolusi bisnis yang didengungkan. Revolusi bisnis ini bukan untuk siapa-siapa, juga bukan hanya untuk Ahira. Revolusi ini diri kita masing-masing ynag menginginkan perubahan.

Siapa yang terlambat melakukan revolusi, maka zaman akan meninggalkannya. Bravo revolusi Anne Ahira.

Penulis: Bp. Isdiyanto, adalah seorang wartawan senior dan juga pimpinan redaksi dari majalah Wirausaha dan Keuangan

Share and Enjoy: These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • blinkbits
  • BlinkList
  • blogmarks
  • co.mments
  • connotea
  • del.icio.us
  • De.lirio.us
  • digg
  • Fark
  • feedmelinks
  • Furl
  • LinkaGoGo
  • Ma.gnolia
  • NewsVine
  • Netvouz
  • RawSugar
  • Reddit
  • description
  • Shadows
  • Simpy
  • Smarking
  • Spurl
  • TailRank
  • Wists
  • YahooMyWeb