Internet Marketing Indonesia | Asian Brain Community

Artikel Terbaru

 

Anne Ahira : Semua Orang Bisa Menjadi Internet Marketer – Majalah Entrepreneur
Ditulis Oleh Mods, Saturday, 18 August 2007

S elama ini, bisa jadi Anda adalah satu dari miliaran orang yang setiap hari online di dunia maya. Dan Anda, bisa jadi juga adalah salah satu di antara miliaran orang yang sangat akrab dengan e-mail, chatting, atau browsing. Tapi sayang, sangat sedikit dari miliaran orang itu yang optimal menggunakan internet, terlebih di Indonesia. Padahal bisa saja internet menjadi mesin pencetak uang yang sanggup mendatangkan ratusan bahkan ribuan dollar (bukan lagi Rupiah – Red).

Anne Ahira, lulusan Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Bandung telah membuktikannya. Ia berhasil memperoleh penghasilan ribuan dollar per bulan di usianya yang relatif muda. Ahira, demikian gadis berambut cepak itu biasa dipanggil, yakin semua orang bisa sepertinya.

Ia pun sempat menulis “30 Days to Internet Marketing Success”. Karena kiprahnya itu, is menerima banyak permintaan wawancara on-line dari mancanegara, diantaranya Australia, Swedia, Singapura dan Amerika Serikat. Ahira betul-betul telah menjadi one of the most famous internet marketer (salah satu yang terkenal-Red) di dunia internasional. Tapi sayang, di tanah air, namanya tidak setenar di luar negeri.

“Semua bermula ketika kakak ipar saya bercerita bahwa ada anak yang baru berusia 17 tahun di Amerika bisa menghasilkan ribuan Dollar lewat internet. Saya berpikir, jika anak seusia itu bisa, kenapa saya tidak?” kisahnya. Sejak itu Ahira mencari tabu segala hal tentang dunia on-line. Padahal, saat itu (Desember 2001), bagaimana cara membuat dan mengirim e-mail pun Ahira tidak mengerti sama sekali.

Di antara sekian banyak bisnis yang bisa dilakukan di internet, Ahira lebih memilih internet marketing. Internet marketing sebenarnya hampir sama dengan bisnis konvensional, hanya saja bentuknya virtual atau maya. Prinsip penjualan dan pembeliannya pun sama seperti bisnis konvensional, bedanya pembayaran dilakukan dengan transfer dan kartu kredit.

Saat ini, Ahira menjalankan dua jenis internet marketing, yaitu affiliate marketing dan network marketing.
Sederhananya, affiliate marketing adalah menjualkan produk orang lain. Yang perlu Anda lakukan adalah mendaftarkan buku tersebut pada sebuah merchant, yaitu virtual bank yang akan mengatur pembayaran komisi.

Anda perlu membayar sekitar $ 50 per bulan untuk jasa virtual bank ini. Kemudian, jika ada affiliate yang ingin memasarkan produk tersebut, mereka harus terlebih dahulu menghubungi virtual bank dan mengajukan permohonan ijin pemasaran. Sedangkan network marketing adalah sejenis bisnis MLM (Multi Level Marketing) yang dilakukan secara on-line.

Virtual bank memiliki peranan yang sangat penting dalam bisnis on-line, terutama dalam pembayaran komisi. Karena itu pesannya, kita harus berhati-hati dalam memilih merchant ini. Ada banyak virtual bank, diantaranya click bank, payment system, through checkout, dan sebagainya.

“Pada prinsipnya, bank ini sama dengan bank konvensional seperti Danamon, BCA, BRI, dan sebagainya. Hanya saja bila bank konvensional kita bisa melihatnya dalam bentuk gedung, sedangkan virtual bank tidak,” tutur Ahira yang ketika diwawancarai lebih nyaman menjawabnya dalam Bahasa Inggris ini.

Ahira sendiri mengaku lebih memilih untuk menggunakan click bank. Tapi ada yang harus Anda perhatikan ketika hendak melakukan aplikasi menjadi anggota click bank. Karena hal itu tidak mudah.

“Mereka (click bank) memiliki suatu sistem seleksi sendiri yang sangat ketat. Apalagi bagi affiliate asal Indonesia. Indonesia sudah masuk dalam black list sejak dua tahun yang lalu,” katanya. Di antara berjuta affiliate di click bank, Ahira adalah satu-satunya yang berasal dari Indonesia.

Bagaimana memulai?

Ahira mengatakan, setidaknya ada empat hal yang harus kita persiapkan bila ingin terjun dalam bisnis ini.

Pertama adalah mental attitude, yaitu memiliki kekuatan mental dan tekad yang kuat.

“Ketika Anda memasuki dunia maya, Anda seperti masuk ke hutan belantara. Anda tidak kenal siapapun dan tidak bisa langsung mempercayai semua orang di sana,” ujarnya.

Kedua, Anda perlu tabu bagaimana mengoperasikan komputer dan internet. “Tidak

harus jago, yang penting bisa mengoperasikan internet, itu saja cukup,” pesan Ahira.

Ketiga, mengerti Bahasa Inggris, setidaknya untuk istilah-istilah internet yang memang sebagian besar menggunakan Bahasa Inggris.

Dan terakhir, Anda harus slap mengeluarkan uang untuk biaya domain name, hosting, advertising, akses internet, telepon, dan sejenisnya.

“Ketika memulai bisnis inipun, saya menghabiskan banyak uang, apalagi saya benar-benar mulai dari nol. Apabila dijumlahkan, mungkin bisa membeli sebuah Kijang. Tapi semua itu tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan apa yang saya dapat sekarang,” ungkap gadis yang juga pernah menjadi pengajar privat untuk murid Bandung International School ini.

Internet Marketing memang menjanjikan banyak untung. Selain waktu kerja yang sangat fleksibel, keuntungan yang didapatpun bisa berlipat ganda. Jika gaji pegawai biasa hanya mengalami kenaikan sebesar kira-kira 5 % per tahun, Internet Marketing bisa memberi Anda gaji dengan kenaikan rata-rata lebih dari 300% per bulan.

Pendapatan pertama Ahira dari bisnis on-line sebesar $ 48, dan sekarang sudah $ 2.500 sampai $ 4.000 per bulan.

“Saya yakin, dalam beberapa bulan, bisa mencapai $ 7.000 – $ 10.000 atau lebih,” katanya yakin.

Siapa saja bisa

Anda boleh saja tidak yakin bahwa Anda mampu melakukan apa yang bisa dilakukan oleh Ahira, seorang “gadis kampung” begitu is lebih suka dijuluki yang dua tahun lalu belum mengenal internet sama sekali ini. Tapi apa yang dikatakan Ahira di akhir wawancaranya dengan EI bisa jadi membuat Anda berpikir ulang tentang prospek dan potensi Anda di dunia on-line.

“Saya yakin, empat sampai lima tahun lagi akan banyak milyuner baru di Indonesia, karena bisnis ini juga akan ada dalam Bahasa Indonesia, biaya internet pun semakin murah, dan siapapun bisa terjun di dalamnya. Sebenarnya, orang Indonesia itu kreatif, kita punya potensi, seharusnya pemerintah bisa lebih mendukung, misalnya dengan memurahkan biaya internet, kalau bisa digratiskan seperti di luar negeri,” katanya.

“Saya Ini Orang Kampung”

Jangan tanyakan tanggal kelahiran ke Ahira, apalagi tahun kelahiran. Ia pasti menolak menyebutnya.

Ahira akan selalu menjawab sambil tersenyum, “Yang jelas zodiak saya Sagitarius, atau lihat aja website saya, www.anneahira.com,” tukasnya.

Lahir dari pasangan Hj. Aas Asiah dan H. Sobur Sodikin, Ahira adalah anak kedua dari tiga bersaudara yang semuanya perempuan. Saat ini ia tinggal di JI. Bojong Sereh, Banjaran, Bandung. Sebuah kota di

pinggiran Bandung yang menjadi pusat industri tekstil Jawa Barat. “Saya ini orang kampung,” katanya sambil tertawa.

Sehari-harinya, Ahira bisa online selama 6-10 jam. Kebanyakan waktu online-nya is habiskan untuk membalas e-mail orang-orang dari 125 negara yang ingin berkonsultasi, joint venture dan wawancara dengannya. Setiap hari Ahira menerima 100-150 personal e-mail. Ia juga sering diminta jadi pembicara seminar online melalui teleconference dan e-conference seminggu sekali.

Ahira tidak mewarisi bisnis dari seorang konglomerat. Dia juga tidak berkantor di gedung­gedung pencakar langit. Yang ia kerjakan hanyalah menjalankan internet marketing lewat sebuah komputer dalam rumahnya di Bandung. Penghasilan sebesar itu ia dapatkan dalam kurun waktu kurang dari 1,5 tahun menekuni dunia internet marketing secara otodidak.

Jika tidak sedang online, Ahira lebih senang menghabiskan waktunya untuk nonton film, bermain tenis meja, dan bermain kelereng. Kalau ditanya cita­cita, Ahira akan menjawabnya dengan mantap, “Retire within years, not in decades.”

Majalah Entrepreneur edisi 9 ( 7 Maret- 7 April 2004 )