Internet Marketer, Menimba Uang Dari Layar Kaca - Warta Ekonomi
Ditulis Oleh Mods, Saturday, 18 August 2007
Untuk menjalankan internet marketing, kita perlu mencermati banyak hal.
Simaklah sedikit kiat seorang internet marketer !caliber dunia.
N ama Anne Ahira kian bergaung. Gadis yang bermukim di
Apa sebenarnya internet marketer itu? Bagaimana agar menjadi internet marketer yang segemilang Anne? Simak sejumlah kiatnya.
Affiliate Marketing dan Network Marketing
Menurut Anne, ada banyak cara mengail uang melalui internet marketing. Anne menempuh dua cara: affiliate marketing dan network marketing. Dua sistem ini punya persamaan, yakni menawarkan produk dan mencari klien. Perbedaannya terletak pada sistem pendapatan atau sistem komisinya.
Network marketing menyerupai multilevel marketing (MLM), tetapi dijalankan via internet. Perbedaannya, target MLM konvensional (lewat darat) terbatas. Begitu kalangan dekat (teman, saudara, dan sebagainya) habis, langkah sang pemasar kerap terhenti. Nah, net-work marketing tidak demikian, sebab kliennya tak terbatas karena berjalan via internet.
Sementara itu, melalui affiliate marketing, seseorang bisa dikatakan sebagai reseller sebuah produk. Ia akan mendapatkan uang kalau bisa menjual sebuah barang. Di sini, is perlu mengikuti affiliate program yang bisa banyak ditemui di internet.
Mana yang lebih mengalirkan uang: network marketing atau affiliate marketing? “Sama-sama bisa mendatangkan penghasilan,” papar Anne. Ia pun memberi sedikit catatan.
Affiliate marketing, menurut Anne, memerlukan dana yang cukup besar, terutama untuk para pemula. Tantangannya banyak. Si pemula harus melakukan riset dari nol, dan belajar sendiri perihal strategi pemasaran atau cara promosi online. Selain itu, bagi orang
Maka, Anne lebih menyarankan agar para pemula menjalankan network marketing. Sebab, biaya yang dikeluarkan tak terlalu besar. Selain itu, sang pemula juga tak bekerja sendiri.
Namun terlepas dari pilihan yang diambil, ada sejumlah hal yang mesti dicermati para calon internet marketer. Pertama, setelah menjadi reseller sebuah produk, untuk bisa cepat - tepat mendapatkan banyak pembeli, sang pemasar perlu menciptakan konsep pemasaran yang kreatif, lain daripada yang lain. Ini agar barang yang dijual bisa terlihat Iebih baru atau menarik. Anne memberikan contoh. Saat menjual Retire Quickly Membership di
Di sini terlihat, untuk memancing pembeli, konsep pemasaran yang kreatif sangatlah penting. “Kesalahan yang sering dilakukan para marketer adalah menjual produk tanpa diberi `bumbu’,” kata Anne.
Hal kedua yang perlu diperhatikan, masih dalam konteks mendapatkan banyak pembeli, sang pemasar perlu “menyensor” produk yang ingin dipasarkan. Misalnya, jangan pernah menjual e-book sebelum membaca sendiri buku tersebut. Pahamilah isi e-book itu. Jadi, tatkala menjual e-book, ia bisa melampirkan review yang memikat calon pembeli.
Ketiga, dalam memilih produk, sang pemasar perlu memperhitungkan potensial atau tidaknya target pasar. Bagaimana caranya? Di sini, sang pemasar bisa berhubungan dengan pemasar lain yang pernah memasarkan produk itu. “Dari rekomendasi beberapa marketer,“ urai Anne, “bisa diketahui cocok-tidaknya produk dengan target market.“
Poin keempat yang perlu dicermati sang pemasar, mana yang lebih tepat untuk mendapatkan penghasilan melimpah: menjual banyak produk sekaligus atau fokus ke sedikit produk yang memberikan komisi besar? Untuk network marketing, sebaiknya sang pemasar fokus ke satu program saja.
Bagaimana kalau di affiliate marketing? Jika tengah memasarkan sebuah produk yang sudah banyak dipasarkan, ada baiknya sang pemasar memasarkan sejumlah produk, tidak terfokus ke satu produk saja. Namun, sebelum meloncat ke produk lain, pastikanlah bahwa produk pertama sudah mengalirkan uang.
Poin kelima khusus untuk pemasar di affiliate marketing. Bagaimana cara memilih affiliate program yang tepat, yang berpotensi mengalirkan banyak uang? Anne menyarankan untuk melakukan riset. Bukan hal yang mudah, memang. Soalnya, riset tersebut mengharuskan sang pemasar belajar berbagai macam hal.
Terlepas dari riset itu, Anne menyarankan agar para pemasar mencari affiliate program yang produknya membidik niche market. Juga, mencari affiliate pro-gram yang produknya bisa memberikan keuntungan/komisi besar.
Keenam, untuk pemasar di affiliate marketing, berjoint-venture-lah dengan pemasar lain. Joint venture sering dilakukan oleh para internet marketer. Di sini, para internet marketer menggelar partnership yang membawa manfaat untuk tiap pihak. Menggelar joint venture sangat penting untuk melahirkan kekuatan pemasaran. Katakanlah, sang pemasar bertukar e-mail list calon pembeli dengan pemasar lainnya. Di sini, ia telah menangkap kesempatan memperoleh sejumlah pembeli potensial. Di samping itu, ia bisa bertukar pikiran tentang hal-hal baru ataupun strategi pemasaran.
Dalam memilih partner joint venture, ada beberapa hal yang bisa dicermati. Carilah pemasar yang kredibel dan telah memperoleh gain respect dari para pemasar kelas dunia. Carilah juga rekan joint venture yang mempunyai banyak customer base (e-mail list). Satu lagi, carilah partner yang berkiprah di target market yang sama atau setidaknya berkaitan.
Joint venture memang bisa membuahkan banyak keuntungan. Dengan joint venture, kerja seorang pemasar bisa lebih sedikit. Namun, bukan berarti bahwa joint venture adalah lampu Aladin yang bisa melambungkan pemasar pengikut affiliate program. Bisa saja seorang pemasar tidak melakukan joint venture, tetapi berkiprah gemerlap sebab piawai membuat strategi pemasaran yang jitu.
Itulah sejumlah kiat Anne Ahira. Tentu berinternet marketing adalah proses nan kompleks.
Selain kiat pemasaran, seorang pemasar perlu memperhatikan tampilan situs pemasaran miliknya. Misalnya, ia perlu memperhatikan kecepatan tampilan situs. Sejumlah studi menunjukkan bahwa pengunjung hanya mau menunggu selama 10-30 detik. Jika terlalu lama, calon pengunjung cenderung urung membuka situs. Maka itu, sang pemasar perlu memperhatikan kecepatan pembukaan situs (tentang kecepatan situs dan kiat-kiat lainnya, Anne Ahira menguraikan panjang lebar di www.AnneAhira.com).
Nah, ingin segemerlap Anne Ahira? Bergegaslah!
Warta Ekonomi edisi 8 September 2005
























