Internet Marketing Indonesia | Asian Brain Community

Artikel Terbaru

 

Meraup Dolar ala Marketer Maya - Majalah Trust
Ditulis Oleh Mods, Saturday, 18 August 2007

Bagi yang menekuni profesi ini, internet bukan lagi sekadar sarana bermain, tapi juga mesin penghasil uang. Tapi, mengapa peminat di rindonesia sulit menjadi internet marketer?

Eko Edhi Caroko

BERINTERNET atau browsing lewat komputer? Ah, itu sih gampang. Bahkan, anak-anak sekolah dasar di negeri ini ba­nyak yang sudah jago melakukannya. Tapi, bagaimana kalau berdagang sambil menikmati hobi jalan-jalan di dunia maya?

Kendati bukan “barang” baru, soal yang terakhir itu bagi kebanyakan masyarakat di Indonesia tergolong pekerjaan yang mahasulit. Pasalnya, itu tak lari dari citra buruk bangsa ini lantaran perbuatan segelintir orang yang gemar berbe­lanja secara ilegal lewat internet. Karena ulah para carder di sini, banyak distributor barang mahal harus menanggung kerugian, bahkan hingga jutaan dolar. Padahal, berniaga di dunia maya menuntut aspek kepercayaan yang sangat tinggi.

Oleh sebab itu, peluang bagi peminatnya di sini tertutup rapat? Kendati sangat sulit, celah itu tetap ada, misalnya profesi sebagai internet marketer. Menariknya, selain legal dan halal, pekerjaan ini juga bisa menjadi sumber mata pen­caharian berprospek cerah. Hanya meluangkan waktu sela­ma 3 jam-4 jam per hari, seorang internet marketer bisa menghasilkan ribuan hingga jutaan dolar dalam sebulan.

Sekilas, pekerjaan ini seperti broker atau perantara. Se­bab, pada dasarnya, yang dilakukan memang menjual sesua­tu barang atau jasa. Tapi secara operasional, menjalankan profesi ini tak sekadar menjadi penghubung antara si pen­jual dan pembeli, lalu memetik sejumlah fee dari sana. Me­reka juga harus memiliki keahlian khusus, terutama dalam strategi pemasarannya.

Potensi pasarnya memang luar biasa. Dalam setiap de­tik, jutaan orang beraktivitas lewat internet. Kendati begitu, bukan berarti si marketer bisa nyelonong seenak udelnya. Sederhananya, jika is online memasarkan sebuah buku ma­najemen, misalnya, usahanya itu akan sia-sia bila sasarannya adalah para pengguna internet yang gemar sepak bola. Nab, agar bisa menjadi internet marketer yang mumpuni, seyo­gianya marketer harus memiliki kemampuan dalam meriset pasar di dunia maya.

Uniknya pula, orang yang berprofesi sebagai internet marketer dituntut bekerja sendirian. Itu mulai dari mempromosikan diri, mencari penjual atau barang dan jasa yang akan di pasarkan, hingga mencari pembelinya.

Di Indonesia, mereka yang menekuni profesi ini masih tergolong langka. Salah satunya adalah Anne Ahira. Kini, da­ri profesinya tersebut selama setahun, penghasilan mojang asal Bandung ini bisa mencapai minimal US$ 6.000 dalam sebulan. Padahal, ketika memulainya, wanita kelahiran 1.979 ini masih buta soal teknik bermain internet. Boro-boro membuat account e-mail, mengirim pesan lewat e-mail sa­ja saat itu ia tak bisa. Tapi, karena kegigihannya, lulusan Akademi Bahasa Asing ini akhirnya berhasil.

Boleh dibilang, Ahira meraihnya secara autodidak. Sum­ber ilmunya, selain belajar dari sejumlah buku impor, juga diperoleh lewat browsing di internet. Untungnya, kemam­puannya dalam berbahasa Inggris di atas rata-rata, sehingga ia bisa cepat menyerap semua ilmu yang dibutuhkan.

Tapi, hanya mengandalkan ilmu saja belum cukup. Pemi­nat yang tinggal di negeri ini juga harus siap mental. Ganjal­an terberatnya, ya itu tadi, pasar dunia maya sudah mem­black list setiap peminat di Indonesia. Seperti yang dialami Ahira, untuk memperoleh kepercayaan pasar, ia harus ber­sabar lebih dari tujuh bulan. Dus, perjuangannya selama itu nihil, alias tak menghasilkan sepeser pun.

MANFAAT LAINNYA, SEJUMLAH BONUS DALAM DOLAR

Padahal, ongkos yang su­dah dikeluarkan Ahira tak sedi­kit. Setiap bulannya, kata Ahira, rata-rata ia mengeluarkan uang Rp 1 juta. Dana sebesar itu di antaranya untuk mencari infor­masi mengenai strategi mar­keting (terutama tentang mar­keting online) di sejumlah si­tus. Selain itu, uang tadi juga dipakai untuk membayar listrik dan pulsa telepon.

Memang, ada sejumlah si­tus yang bisa di-klik secara cu­ma-cuma. Tapi, materi yang di­peroleh dari situs model ini belum cukup, alias masih mentah. Informasi yang memadai tentunya hanya bisa diperoleh dari situs yang berbiaya.

Salah satu situs yang tergolong kredibel adalah Retire-Quickly.com. Setiap anggota situs ini dijamin bisa belajar banyak tentang strategi berbisnis di dunia maya. Nab, untuk menjadi anggota RetireQuickly.com, setiap peserta dikenai biaya US$ 67 per bulan. Ahira memilih menjadi anggota si­tus ini tidak asal comot. Selain bisa belajar lebih mendalam tentang marketing online, ia juga memperoleh manfaat la­innya, yakni sejumlah bonus dalam dolar.

Hal itu memungkinkan karena RetireQuickly menjalan­kan program member get member untuk menjaring anggo­ta lebih banyak. Dengan program ini, setiap anggota lama yang berhasil merekomendasikan peserta baru akan mem­peroleh sejumlah fee. Tentunya, semakin banyak peserta baru yang diajak, fee yang dipetik akan semakin besar. Berda­sarkan referensi yang ada, program ini terbukti mampu memberikan penghasilan jutaan dolar per bulan bagi ang­gotanya yang produktif.

Melihat peluang yang menggiurkan itu, Ahira pun tak menyia-nyiakannya. Sejak awal menjadi anggota lembaga ini, ia segera membuat Elite Team Marketing System, yakni sistem yang bisa mengaplikasikan materi yang diperolehnya dari RetireQuickly. Kelebihannya, sistem ini tak hanya mengajarkan langkah-langkah cara menjual keanggotaan, tapi juga memberi training gratis selama 30 hari mengenai internet marketing. Nab, untuk menampung calon pemi­nat, Ahira pun mendirikan Elite Team International.

Usahanya tak sia-sia. Jumlah orang yang berminat men­jadi anggotanya tak sedikit. Hingga sekarang, grup ini ber­basil menjaring anggota sekitar 150 orang. Hebatnya pula, dari setiap anggotanya itu, Ahira memperoleh bonus sebe­sar US$ 41,50 setiap bulan. Kesempatan yang sama juga bisa dinikmati oleh setiap anggota grup ini.

Berkat keberhasilannya itu, Ahira akhirnya memperoleh kepercayaan pasar. Ia pun mulai berani menapaki jalur af­filiate marketer (agen penjualan dari berbagai produk) yang selama ini merupakan area terlarang bagi peminat di

Indonesia. Dan karena barang dan jasa yang dipasarkan ba­nyak ragamnya, keuntungan yang dipetik affiliate marketer bisa lebih besar lagi. Lazimnya, setiap marketer akan memper­oleh fee berkisar 10%-75% dari setiap barang atau jasa yang berhasil dijual.

Sebagai modal awal, Ahira pun membuat situs TheBest-Affiliate.com. Situs ini berisi berbagai panduan untuk men­jadi affiliate marketer. Atas kredibilitasnya itu, anak kedua dari tiga bersaudara ini tanpa banyak kesulitan bisa langsung diterima menjadi affiliate mar­keting di sejumlah merchant, salah satunya Quickbank.com.

Awalnya, setiap marketer berupaya mencari produk yang bisa dipasarkan lewat bursa dunia maya. Itu bisa apa saja, mu­lai dari T-shirt, software, buku, berbagai produk elektronik, kendaraan bermotor, hingga apartemen. Setelah itu, sang marketer akan mendaftarkannya (lengkap dengan data dan harga) di merchant yang biasa dikunjungi ka-langan pengge­mar. Misalnya, untuk produk software dan buku akan lebih pas jika dipasarkan lewat Quickbank.com. Sebab, kebanyak­an penggemar situs ini adalah kalangan kutu buku.

Boleh jadi, berkat reputasinya yang bersih, prestasi Ahira di jalur ini pun lumayan berhasil. Malah, kini ia tak perlu lagi repot-repot mencari barang karena tak sedikit pihak yang meminta jasanya. Dalam sebulan, rata-rata ia menerima 200 pemohon yang meminta agar produknya dipasarkannya. Itu berarti ada sejumlah fee yang siap dipetiknya.

Majalah Trust edisi 19-25 April 2005

Share and Enjoy: These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • blinkbits
  • BlinkList
  • blogmarks
  • co.mments
  • connotea
  • del.icio.us
  • De.lirio.us
  • digg
  • Fark
  • feedmelinks
  • Furl
  • LinkaGoGo
  • Ma.gnolia
  • NewsVine
  • Netvouz
  • RawSugar
  • Reddit
  • description
  • Shadows
  • Simpy
  • Smarking
  • Spurl
  • TailRank
  • Wists
  • YahooMyWeb