Internet Marketing Indonesia | Asian Brain Community

Artikel Terbaru

 

Mendulang Rezeki Lewat Internet Profesi Online Marketer - SWA
Ditulis Oleh Mods, Saturday, 18 August 2007

Berbekal kepiawaian berbahasa Inggris dan ketekunan gadis 20-an tahun ini membuka gerbang dunia Internet Marketing. Kini, ia satu-satunya online marketer independen asal Indonesia yang dipercaya para merchant di dunia dan mampu menggaet ribuan US$ per bulan.


” My Success Can Be Your Success “. Begitu judul presentase audio Anne Ahira yang muncul disitus web milik Elit Team Internasional. Cukup impresif sekaligus menunjukan kepercayaan diri pembuatnya. Masih di situs web itu, ada laporan khusus yang bisa diperoleh gratis mengenai cara memperoleh pendapatan US$ 6.569/bulan dari internet. Akan tetapi, siapa Anne Ahira ? Di situs ini, tampak foto gadis berperawakan mungil itu menyebut dirinya sebagai pendiri Elite Team.

Sementara itu, di situs lain yang terkait, yakni TheBestAffiliate.com, yang menawarkan newsletter strategi dan tip-tip pemasaran, disebutkan bahwa sang editor situs ini, Anne Ahira, adalah seorang fulltime online marketer dari Indonesia, yang memperoleh penghasilan untuk hidup layak dari internet sejak ia berusia 22 tahun.

Nyatanya, belum banyak memang praktisi ataupun penganmat pemesaran dan dunia e-commerce dari negeri ini yang mengenalnya. Setidak-tidaknya begitulah pengakuan Yuswohadi (staf senior Mark Plus & co), Eka Ginting (CEO Indo.com), dan Richard Oh (pemilik QB World Book Store), ketika dimintai komentarnya oleh SWA.

Entah Anne peduli atau tidak dengan ketidakpopuleran dirinya di jagat bisnis nasional, paling tidak di situs TheBestAffiliate.com tercantum salah satu testimoni dari Lilly de Leon, pendiri Home Business Associates, yang mengakui bahwa situs newsletter ini memberikan banyak informasi yang banyak membantu untuk pengembangan bisnis personal.

Kepada SWA yang menemuinya langsung, gadis kelahiran 25 tahun lalu mengaku kini bisa memperoleh pendapatan US$ 3-4 ribu/bulan. Buat orang kita yang seumur dengannya, jelas ini prestasi istimewah. Dan semua itu ia peroleh dari ranah Internet marketing, yang tidak begitu terganjal batas-batas negara. Bahkan ia menargetkan dalam waktu dekat penghasilannya bisa menebus US$ 7 ribu/bulan.

Yang jelas, kalo kita memasuki situs web yang dibangunnya itu disajikan dalam bahasa inggris cukup terlihat luasnya wawasan perempuan ineternet marketer ini. Bagaimana ia mencapainya ?

Orang tua kita dulu mengajarkan, kalau mau membuka jendela dunia, kuasai bahasa yang menjadi bahasa pergaulan dunia internasional. Sebagai lulusan Sekolah Tinggi Bahasa Asing Bandung, bekal ini rupanya cukup dimiliki Anne. Lalu, seperti sudah kita alami di zaman digital sekarang, ferbang dunia yang paling murah dan mudah di capai adalah internet. Bahasa inggris dan internet. Dua kunci inilah yang digenggam Anne untuk mencapai keberhasilan menapaki profesi yang terbilang belum jamak bagi orang kita.

Menengok kebelakang, anak kedua pasangan H.Sobur Sodikin dan Hj Aas Asiah ini sebenarnya tidak pernah membayangkan jika akhirnya ia menekuni marketing internet. Maklum, latarbelakang pendidikannya, seperti yang sudah disebutkan, sangat jauh dari dunia internet, apalagi marketing.

Beberapa tahun lalu, Anne bahkan tidak tahu membuat e-mail atau browsing di internet, begitu lulus dari STBA , ia mengajar bahasa Indonesia dan bahasa Inggris secara paruh waktu untuk para ekspatriat di perusahaan-perusahaan tekstil di Bandung, seperti Pan Asia Textile, KTSM, Kukje-Adetex, Korin dan Hanil Global Textile Industry.

Dalam benaknya saat itu, jalan hidupnya mungkin hanya sebatas mengajar.Maklum, ia merasa pendapatannya saat itu tergolong lumayan. Setiap jam, ia bisa mendapatkan Rp 75-150 ribu total dalam sebulan, Anne bisa mengantongi rata-rata US$ 1.000 walaupun diakuinya masih tentatif.

Namun perjalanan rezeki Anne kemudian berbelok. Pada suatu kesempatan makan siang bersama keluarga, kakak iparnya bercerita, seorang anak usia 17 tahun di Amerika Serikat bisa menghasilkan ribuan dollar dari internet. Lucunya, sang kakak ipar tidak mengetahui persis apa itu internet.

Mulanya,Anne menganggap informasi itu hanya angin lalu. Namun karena penasaran, beberapa hari kemudian pada Desember 2001, untuk pertamakalinya Anne mendatangi warung internet (warnet) milik salah seorang teman dekatnya. ” Hitung-hitung memenuhi rasa penasarannya sekaligus ingin tahu cara kerja orang mencari uang dari internet ” katanya.

Karena sama sekali buta, ia meminta Didit Ahdiat, salah seorang penjaga warnet itu, mengajarkan bagaimana membuka alamat e-mail, berkorespondensi dan browsing. Beruntung ia punya kemampuan bahasa inggris di atas rata-rata orang lokal, sehinggga sedikit banyak membantunya menguasai internet. Di hari-hari berikutnya Anne keranjingan mendatangi warnet . Hampir setiap hari, begitu selesai mengajar sekitar pukul 10 malam ia bergegas menyambangi warnet. Kebiasaan ini hampir berjalan 7 bulan. Tak jarang, ia baru pulang ke rumah ketika jarum jam menunjukan jam tiga pagi.

Karena kebiasaannya yang ketika itu dianggap aneh, tak jarang ia menerima cemoohan. Terutama dari keluarga dan teman dekatnya. Mereka beranggapan, apa yang dilakukan Anne hanya menghambur-hamburkan waktu dan uang. Ia juga dianggap sebagai pemimpi yang ingin meraih keuntungan dari internet.

Bukan hanya itu, rasa bosan yang menyerangnya hampir saja membuatnya putus asa mempelajari dunia marketing di internet. Toh, ia tak menyerah. Berbagai referensi dan buku yang terkait ia beli secara online. Untuk ini saja, Anne memperkirakan setidaknya menghabiskan Rp 3-4 juta/bulan.

Memasuki bulan ke-8 pencariannya, secercah harapan mulai muncul ke permukaan. Kendati diakuinya belum cukup bagus, Anne mulai bisa membuat strategi Internet marketing sendiri, seperti yang dilakukan beberapa pelaku bisnis ini di luar negeri. Ia juga lantas membeli seperangkat komputer yang kemudian dihubungkan ke internet. Ia memang kemudian jarang datang ke warnet, tapi kebiasaannya tetap berjalan, dari warnet ke rumah.

Salah satu buah dari upaya belajar yang keras itu, Ia berhasil membuat situs newsletter bernama The Best Affiliate Newsletter (sudah disinggung diatas). Lewat Newsletter ini Anne menyajikan tip-tip dan strategi tentang Affiliate Marketing, yang kini diklaimnya dibaca dan jadi panduan ribuan internet marketer dari seratusan negara.

Sejak saat itulah, Anne bisa berinteraksi dan berbagi pengalaman dengan beberapa pelaku di luar negeri. Melalui fasilitas internet ini, ia bahkan mulai terbiasa membuar artikel tentang Internet Marketing Strategy yang sering dimuat di media publikasi online di luar negeri. Dari sinilah, ia mulai dikenal luas oleh online marketer di seluruh dunia. Beberapa undangan teleseminar dan wawancara dari beberapa media di luar negeri mulai berdatangan.

Hebatnya lagi, Anne dilibatkan dalam penulisan buku tentang Internet marketing strategy yang berjudul 30 Days to Internet Marketing Success. Buku itu hasil garapan bersama sekitar 60 Internet marketer dunia yang dinilai sudah punya nama. Menurut klaim Anne, buku yang di jual seharga US$ 97 per kopi itu menjadi buku Internet marketing terbaik dari tahun 2003 hingga sekarang

Beberapa bulan setelah buku itu terbit, ia sering mendapat permintaan wawancara dari luar negeri . Salah satunya, dari Advance Vision Marketing, yang konon hanya memilih 8 top Internet marketer dari seluruh dunia.

Kegigihan, kecakapan berbahasa inggris, dan kemauan untuk terus menggali ilmu, rupanya menjadi modal utama Anne berkiprah di dunia Internet marketing. Ia mengaku mempelajari prinsip online marketing secara otodidak ; selain dari buku ( terutama terbitan luar negeri ), juga tentu dari internet yang merupakan gudangnya informasi.

Secara bertahap, Anne bisa mendapatkan penghasilan dari hasil afiliansi. Jumlahnya tidak besar, hanya US$ 8. “Ini awal saya mulai mendapatkan penghasilan dari internet” ujarnya mengenang. Jumlah sebesar itu sebenarnya tidak sebanding dengan pengeluaran rutin bulanan untuk pembelian buku, biaya hosting, iklan, autoresponder dan sebagainya, yang rata-rata mencapai 3-4 juta. Bagaimanapun dikatakannya, itu merupakan awal yang baik. “ Waktu itu saya belum terlalu mengerti bagaimana membaca peluang “ katanya.

Ada dua pola internet marketing yang dilakukan Anne selama ini : Affiliate marketing dan network marketing. Prinsip kerja Affiliate marketing : menjualkan produk orang lain. Sebagai contoh, jika ada pengarang buku atau pengembang software sebut saja si A yang ingin menjajakan buku atau software-nya di internet, mereka bisa membuka afiliansi dengan para internet marketer. Nah, para internet marketer di seluruh dunia, termasuk Anne, yang tertarik, biasanya menawarkan diri dengan mendaftar sebagai tenaga penjualnya.

Namun tidak semua tawaran langsung diambil. Anne biasanya mempelajari dulu isi buku dan software yang di tawarkan. Termasuk, siapa saja target pasarnya. “ Jika kira-kira bagus, saya baru mau mendaftar menjadi affiliate-nya” katanya. Proses pendaftaran menjadi tenaga afiliansi ini biasa gratis dan sangat simple, yakni cukup sign up dan akan mendapatkan alamat situs khusus untuk berjualan.

Jika berhasil menjualkan buku atau software tersebut, online marketer seperti Anne bisa mendapatkan uang komisi yang besarnya berbeda-beda. Untuk barang yang sifatnya virtual ( bisa di download seperti e-book atau software ), komisinya 40%-75%. Katakanlah harga bukunya US$ 97, maka Anne bisa mendapatkan komisi US$ 38,8-72,75 dari satu penjualan.

Untuk setiap bisnis afiliansi ini, biasanya selalu ada mediator ( yang mengurus keuangan antara penjual dan pembeli ). Mediator yang paling terkenal untuk penjualan produk yang berbentuk informasi aadalah ClickBank.com. Nama lainnya Pay Pal, PaySystem, 2Checkout dan sebagainya. Mediator biasanya mengirimkan hasil penjualan ke pemilik barang dan komisi untuk para affiliate.

Sayangnya, banyak mediator besar dalam hal ini bertindak selaku merchant seperti ClickBank.com dan PayPal yang tidak menerima para affiliate dari Indonesia. Alasan mereka, mengingat tingkat cyberfraud di Indonesia yang tinggi. Pengguna internet di Indonesia memang sedikit, tapi sialnya tingkat kejahatan Internetnya ( antara lain carding ), seperti diungkapkan baru-baru ini, nomor satu di dunia.

Karena itulah, Anne merasa dirinya satu dari pengecualian. Buktinya, ia bisa diterima oleh ClickBank dan PayPal. “ Saya sendiri tidak tahu apa alasan mereka “ ujarnya. Ia menceritakan, beberapabulan lalu misalnya , Aweber Company menolak permohonan Anne untuk bergabung sebagai affiliate nya. Namun, ketika dikatakan bahwa dirinya pemilik situs The Best Affiliate Newsletter dan pendiri The Elite Team International, mereka lantas memperbolehkannya dan memberi link khusus ( istilahnya, backdoor ).

Sejak saat itu, makin banyakperusahaan yang mengajak Anne bergabung sebagai affiliate nya . Ini lantaran mereka sudah mengetahui kredibilitasnya di bidang online marketing. Bahkan, mereka berani memberikan presentase komisi lebih tinggi.

Contohnya, untuk menjual produk autoresponder, ia diberi komisi 20%. Komisi itu ia dapatkan setiap bulan selama si pembeli memakai alat itu. Jika Anne berhasil menjual lebih banyak lagi, mereka menaikan komisinya menjadi 30% . Belum seminggu Anne mempromosikan produk ini, ia sudah mendapatkan komisi sebesar US$ 602,55. “ Ini hanya satu dari beberapa affiliate yang saya promosikan lewat satu merchant. Saya juga mempromosikan barang orang lain yang dijual lewat ClickBank, PayPal, dan sebagainya “ katanya bangga.

Menurutnya, orang Indonesia tidak perlu berkecil. Meski masuk black list untuk bisnis afiliansi, Anne yakin, asalkan orangnya kreatif, jujur dan piawai di bidang internet marketing, kendala itu bisa dilangkahi. “ saya yakin pada akhirnya meka menghargai kerja keras kita”.katanya. Kendala seperti ini biasanya dialami Anne pada awal-awal profesinya. Namun, ketika kompentensi dan kredibilitasnya bertambah, beberapa perusahaan afiliansi justru dating dengan sendirinya. Malah merekalah yang justru memintanya menjual produk.

Pola kedua yang dijalankan Anne adalah network marketing. Cara kerja layanan ini sangat mirip system multilevel marketing. Konon, dari layanan ini di bisa meraup keuntungan yang luar biasa besar. Katakanlah Anne dipercaya utntuk mempromosikan lembaga pendidikan keuangan, maka semakin banyak orang yang mengakses dan mendaftar di lembaga yang bersangkutan, semakin besar pula fee yan diterima Anne. Khusus soal internet network marketing ini, ia membuka jaringan disini dengan meluncurkan www.eliteteamindonesia.com.

Dari dua pola bisnis online marketing tersebut, Anne mengklaim setiap bulan bisa mengkantongi US$ 3-4 ribu. Pendapatan itu mulai melonjak keika memasuki pertengahan 2003. Tahun ini ia bertekad meningkatkan pendapan bulannya sehingga US$ 7ribu.

Anne mengungkapkan, jika dihitung dari awal berkarir (satu setengah tahun lalu), pendapatannya sebagai interenet marketer sejumlah US$ 50 ribu. Menurutnya, penghasilan itu realteam dari waktu ke waktu bisa dicek ke secara online di situs para merchant yang mengenai penjualan.

Sebagai gambaran lain keberhasilan gadis ini, walupun ia mengaku enggan disebutkan, saat ini ia punya apartemen di California,AS, sedan pribadi yang dipakai sehari serta deposito di Bank local dan sebuah Bank di California.

Menurut Anne profesi ini kedepannya masih terbuka dan berpeluang besar. Pola yang dilakukannya pun bisa juga dipraktikannya orang yang tertarik terjun ke bidang internet marketing. “ Keuntungannya jauh lebih besar dibanding pekerja ofline,” katanya menjanjikan.

Karena itu ia mengaku amat senang berbagi pengalaman dengan mereka yang tertarik dengan bidang ini. Anne pun berkeinginan lebih menyosialisasikan bisnis online marketing ini ke masyarakat luas, khususnya Indonesia. Ia juga bertekad membuka pendidikan khusus intenet marketing dalam beberapa tahun kedepan.

Eka Ginting, CEO Indo.com, menyatakan salut pada Anne. Maklum menurutnya profesi ini masih langka. Eka sendiri mengaku tidak terlalu memahami cara kerja dan prinsip online marketing yang dilakukan Anne. “ Mengejutkan memang, tetapi kalau memang benar saya ingin belajar padanya “ katanya. Ia justru menyarankan agar Anne membagi pengalaman dan kisah suksesnya ke masyarakat luas.

Kekagetan serupa dengan adanya orang Indonesia yang berhasil yang menjalani profesi online marketer, juga ditunjukan Richard Oh, pemilik QB World Book Store. Meski juga mengaku tidak mengerti dengan cara kerja internet marketing yang diselami Anne, Richard skeptis jika pendapatan berbasis komisi Anne mencapai US$ 4 ribu/bulan. “ itupun hanya di Negara-negara maju, “ ujarnya.

Lain lagi Yoswohadi, pengamat pemasaran dari MarkPlus & Co. Menurutnya, sangat mungkin Anne bisa berpenghasilan ribuan dollar dari profesinya sebagai internet marketer. “ Tapi dengan catatan, barang yang dia jual itu dalam bentuk informasi dan bukan barang, “ katanya. Alasan Yuswohadi, penjualan barang yang dilakukan lewat internet selama ini kurang berhasil. Lain halnya dengan informasi yang sifatnya bisa di download langsung. Ia mencontohkan, pola serupa yang dilakukan dengan Tanadi Santoso, pemilik Sam Design, yang menjual beberapa produk software hanya kreasinya lewat internet, yang konon cukup diminati konsumen manca Negara.

Secara pribadi, Yuswohadi mengaku tidak mengenal Anne. “ Tapi kalau memang benar, terobosan marketing yang dilakukan Anne dalam memasarkan produk (informasi) lewat internet patut menjadi perhatian, “ ujarnya. Anne memaklumi jika banyak orang yang masih menyangsikan, karena profesi ini belum begitu dikenal disini. Namun, kesediannya membuka diri, termasuk dengan majalah SWA dan radio Female, membuktikan keseriusannya memasyarakatkan profesi ini, seperti yang ia tulis di situs web nya : My Success Can Be Your Success !.

Majalah SWA edisi 14 April 2004

Share and Enjoy: These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • blinkbits
  • BlinkList
  • blogmarks
  • co.mments
  • connotea
  • del.icio.us
  • De.lirio.us
  • digg
  • Fark
  • feedmelinks
  • Furl
  • LinkaGoGo
  • Ma.gnolia
  • NewsVine
  • Netvouz
  • RawSugar
  • Reddit
  • description
  • Shadows
  • Simpy
  • Smarking
  • Spurl
  • TailRank
  • Wists
  • YahooMyWeb