Internet Marketing Indonesia | Asian Brain Community

Artikel Terbaru

 

Anne Ahira Dewi : Tidak Pernah Putus Asa - SWA
Ditulis Oleh Mods, Saturday, 18 August 2007

Tingkat penetrasi Internet di In­donesia boleh saja rendah, tapi bukan berarti bahwa Internet tidak bisa dijadikan sarana men­dulang rupiah, bahkan dolar AS. Lihat apa yang dilakukan Anne Ahira Dewi. Kelahiran Bandung, 28 November 1979 ini mampu meraih US$ 3—4 ribu/bulan, lewat profesi yang masih tergolong baru bagi masyarakat Indonesia, Internet marketer. Hebatnya lagi, lulusan STBA Yapari Bandung ini bahkan tidak punya latar belakang pendidikan khusus pemasaran ataupun komputer.—”Saya belajar Internet marketing secara otodidak,” katanya.

Ketertarikan Anne memulai bisnis ini berawal dari cerita di sela makan siang dengan keluarganya di akhir tahun 2001. saat itu, kakak iparnya mengatakan bahwa ada anak SMA di Amerika Serikat bisa menghasilkan ribuan US$ dari Internet. “Saya berpikir, kalau anak SMA saja bisa, saya juga harus bisa,” ujar Anne.

Mulai saat itu, putri kedua dari tiga bersau­dara ini mempelajari segala sesuatu yang berhubungan dengan Internet. Tidak sedikit uang dihabiskannya dalam proses belajar ini, bails untuk membeli buku dan software, mau­pun untuk membayar sewa waning Internet. “Rata-rata setiap bulan saya menghabiskan Rp 4 juta,” kata Anne. Malah karenanya, orang tua Anne sampai tidak mau berbicara hingga berbulan-bulan gara-gara melihat Anne menghambur-hamburkan uang untuk hal yang tidak mereka pahami.

Upaya yang dilakukan Anne tidak lang­sung membuahkan basil. Berbulan-bulan bisnis yang dilakukannya hanya menghabis­kan uang. Namun Anne tidak putus asa. “Di sini saya sadar bahwa it’s take money to make money, ” ujarnya. Baru ketika memasuki bulan ke-8 secercah harapan mulai muncul ke permukaan, Anne mendapatkan check per­tamanya senilai US$ 8. Padahal, penge­luarannya pada bulan itu mencapai lebih dari Rp 4 juta. “I was an Internet marketer dum­my,” katanya berseloroh.

Lambat laun, penghasilan mantan guru privat bahasa Inggris dan Indonesia untuk ekspat ini meningkat. Jika sebelumnya hanya US$ 8 mulai bertambah menjadi US$ 48, kemudian ratusan US$ bahkan sekarang ri­buan US$. Salah satu buah dari upaya belajar yang keras itu, is berhasil membuat situs The Best Affiliate Newsletter. Lewat newsletter ini, Anne menyajikan tip-tip dan strategi tentang affiliate marketing, yang kini diklaim­nya dibaca dan menjadi panduan ribuan Inter-net marketer dari berbagai negara.

Sekarang, meski kurang begitu dikenal di dalam negeri, nama Anne sudah sangat di­kenal di kalangan Internet marketer. Bah­kan, Anne telah dinobatkan sebagai salah seorang guru Internet marketer oleh Guru Digest. Karenanya, Anne pun dilibatkan dalam pemasaran Internet berjudul 30 Days to Internet Mar­keting Success. Buku yang digarap bersama sekitar 60 pemasar Internet dunia itu disebut-sebut sebagai bu­ku Internet marketing terbaik sepanjang tahun 2003.

Ke depan, Anne berencana membuka Asi­an Brain Internet Marketing School. “Awal­nya saya seorang guru. Saya mau mengajar lagi tapi dengan cara yang berbeda, yaitu secara online, ” tutur Anne. Ia menambahkan, meski saat ini sudah sangat banyak sekolah yang mengajarkan e-commerce, hampir se­mua sekolah itu belum pernah memperoleh penghasilan US$ 1 pun dari Internet. “Yang akan saya ajarkan adalah sesuatu yang saya sendiri sudah lakukan dan telah saya buktikan, jadi saya tidak akan mengajar sesuatu secara `buta’,” tukasnya.•

 Majalah SWA edisi 15 September 2004

Share and Enjoy: These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • blinkbits
  • BlinkList
  • blogmarks
  • co.mments
  • connotea
  • del.icio.us
  • De.lirio.us
  • digg
  • Fark
  • feedmelinks
  • Furl
  • LinkaGoGo
  • Ma.gnolia
  • NewsVine
  • Netvouz
  • RawSugar
  • Reddit
  • description
  • Shadows
  • Simpy
  • Smarking
  • Spurl
  • TailRank
  • Wists
  • YahooMyWeb