Masa Depan Internet Marketing Di Indonesia
Anne Ahira sangat optimis dengan masa depan internet marketing di Indonesia. Bentuk optimismenya ini adalah dengan terjun langsung dalam pembinaan dan pelatihan para marketers asal Indonesia melalui sekolah internet marketing yang rencananya akan ia buka secara online khusus untuk orang Indonesia saja. Dalam sekolah ini, Ahira benar-benar ingin mengeluarkan semua insights dan strategi marketing yang ia miliki secara khusus bagi orang-orang Indonesia, dengan harapan agar mereka dapat mamanfaatkannya secara maksimal. Tentunya dengan biaya yang relative terjangkau dan setidaknya lebih murah dibanding harus mengalami proses pembelajaran sendiri.
“Bla gerbang itu tidak dibuka, orang Indonesia akan menjadi seperti saya dahulu: mengeluarkan uang yang terlalu besar dan untuk berhasil mungkin akan membutuhkan waktu yang lebih banyak lagi,” ujarnya pada INTRA. “Saya tidak mau hal itu terjadi,” tambahnya. Visi Ahira adalah melihat munculnya banyak jutawan internet marketers dalam kurun waktu tiga atau empat tahun lagi di Indonesia. Hal ini bisa terjadi bila para peminat bisa mengerti benar seluk beluk binis ini. “Jika dibimbing, bisnis internet marketing itu sebenarnya tidak perlu mengeluarkan sampai beberapa puluh juta,” tandasnya.
Lebih jauh Ahira menjelaskan bahwa melalui sekolah ini ia bisa membantu pengembangan home industry, seperti misalnya penjualan lukisan atau batik. Dengan strategi-strateginya, Ahira ingin mengembangkan ide dan membuka gerbang ke dunia global bagi para pebisnis lokal ini. “Mereka dapat mengembangkan bisnisnya dan menjual produk home industry tersebut tidak hanya di Indonesia saja, tapi ke seluruh dunia secara online,” papar penggemar busan kasual ini. Para mahasiswa atau ibu rumah tangga yang terbatas oleh waktu dan tempat dapat memanfaatkan pengetahuan internet marketing ini. “Asal sudah berusia 17 tahun atau 18 tahun atau sudah mengerti,” tutur Ahira menjelaskan megenai persyaratan minimal untuk belajar internet marketing.
Menjawab Tantangan, Menjemput Peluang
Berkembangnya internet marketing di Indonesia tentu tidaklah bebas dari hambatan dan tantangan. Salah satunya adalah reputasi Indonesia sebagai salah satu dari negara-negara yang dikenal memiliki track record tinggi dalam credit card fraud (penipuan kartu kredit). Mengenai hal ini, Anne Ahira tetap optimis. “Meski kita ada di daerah yang dinilai jelek, namun bila kita sedikit demi sedikit terus memperbaiki – dimulai dari sendiri tentunya – saya yakin lama-lama dunia juga bisa melihat,” ujarnya mantap. Secara keseluruhan, Hira yakin tidak semua orang Indonesia seperti itu, karena sebenarnya ada banyak marketer yang baik. Ia berharap (dan menghimbau) agar mereka yang memiliki ilmu dapat memakainya secara benar.
Problem lainnya adalah beberapa miskonsepsi yang menurut Anne Ahira bisa menjadi potensi pitfall (penyebab kejatuhan) bisnis ini. Berikut ini miskonsepsi (dan konsep yang benar) mengenai internet marketing.
|
Miskonsepsi
|
Konsep yang benar
|
|
Intintnet marketing itu mudah.
|
Semua bisnis (termasuk internet marketing) membutuhkan waktu dan usaha.
|
|
Siapapun dapat menghasilkan uang secara online.
|
Siapa saja yang ingin terjun dalam bisnis ini perlu mempelajari dan semua menerapkan rencananya secara serius.
|
|
Bisnis ini dapat membuat anda kaya dengan cepat.
|
Bisnis ini butuh proses.
|
|
Untuk menjalankan bisnis ini tidak perlu biaya sama sekali.
|
Kesiapan dana sangat diperlukan (misalnya untuk komputer,sofwere,advertising).
|
|
Sudah terlambat untuk menjalankan bisnis di internet.
|
Batasan usia tidak menjadi halangan, asal menguasai seluk-beluk bisnis ini.
|
|
Berita bahwa internet marketing bisa membawa pendapatan yang benar adalah omong kosong.
|
Memperoleh pendapatan sebesar (atau lebih dari) Anne Ahira adalah mungkin.
|
Hambatan lain adalah rendahnya minat orang Indonesia pada internet, setidaknya dibanding dengan minat orang Amerika, Inggris atau Singapura, misalnya. Menurut Ahira, orang Indonesia bukanya tidak tertarik, namun masalahnya pemakaian internet di Indonesia cukup mahal dibanding negara-negara diatas. Karena masalah biaya tersebut banyak orang Indonesia yang sulit melangkah lebih maju. Walau begitu, peluang untuk berhasil di dunia internet marketing sebenarnya masih terbuka lebar. Di Amerika sendiri, dari sekian puluh juta pengguna internet yang ada, sebenarnya tidak semuanya internet marketer, mungkin hanya puluhan ribu orang.
Kalau di Indonesia ada seribu orang internet marketer saja, hal ini bisa membantu perekonomian Indonesia secara besar sekali, demikian papar Ahira. “Saya mengibaratkan misalnya ada seribu orang internet marketer yang mengahasilkan masng-masing 100 dollar, artinya sudah ada 100 ribu dollar A.S per bulan. Kalau seandainya ada beberapa orang atau bahkan ribuan orang yang sukses seperti saya, Indonesia bisa sangat bagus dan bisa berkembang,” jelas Ahira lagi. Tentunya hal ini aka menambah devisa perekonomian Indonesia. Bagi Ahira, semua ini dimulai dengan memperdayakan para internet marketers asal Indonesia dengan membaginya ilmunya. “Bila nantinya mereka bisa menarik devisa ke Indonesia, tentunya hal ini akan membuat hidup orang bayak menjadi lebih baik. Itu harapan saya,” ungkapnya.
Ivan Febry Clement
Staf Redaksi Ahli INTRA
November 2004 INTRA • 53
Share and Enjoy:
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.