“Besok boleh berenang lagi, Bunda?”
Ditulis Oleh todi99, Thursday, 10 April 2008
oleh:<a href=”http://www.niceindonesia.com“>todi99</a>
Pagi itu, dengan wajah memelas akhirnya Naya memberanikan diri memandang wajah bundanya. Ujung topi merah putih yang menutupi sebagian mata kecilnya tak mampu menghalangi niatnya yang dipendam beberapa hari ini.
“Bunda, Naya boleh ke pantai untuk berenang?” ucap Naya dengan mata berkedip-kedip. Sosok anggun yang berdiri di depan gadis mungil itu pun duduk berjongkok, memandangi binar matanya, lalu mengusap pipinya. “Berenang? Boleh, dong sayang,”.
Seolah mendapat hadiah ulang tahun, Naya pun melompat, mencium bundanya lalu berlari-lari kecil. Lambain tangannya seolah menunjukkan keceriaan hatinya pagi menuju ke sekolah. Girang.
Sore itu, dia tidak lagi hanya memandangi teman-teman satu kelasnya berangkat ke pantai naik sepeda. Kali ini, ia pun memacu sepeda kecilnya dengan cepat, seolah tak ingin tertinggal. Ia ingin membuktikan bahwa dia juga bisa berenang di laut. Tidak perlu tiket masuk dan tidak perlu bayar, sehingga bisa uang jajan tetap utuh. Dan, semangat kayuhan sepedanya terbukti mampu mengantarkannya ke pantai lebih dulu dibanding yang lain.
Laut yang membiru, ombak yang berdebur, pasir pantai yang menghampar serta angin laut yang menghempas rambutnya seolah menghipnotisnya. Diletakkannya sepeda di atas pasir pantai lalu berlari mengejar gulungan ombak yang terpecah di pantai. Jejak tapak kakinya muncul tenggelam bergantian dengan ombak yang menyapu pasir pantai, bergeser agak ke tengah lalu berkejaran dengan kawan-kawannya.
Tak puas hanya berlarian di air, segera ia menepi ke pantai lalu membentuk stupa dari pasir, memunguti kerang yang berserakan lalu mengantongi bintang laut yang teronggok di atas pasir, berlari lalu berkejaran lagi.
Debur ombak, hamparan pantai dan semilir angin yang dilengkapi dengan taburan kerang-kerang kecil pantai memang sungguh mengasyikkan. Hangatnya sinar matahari sore yang berubah menjadi temaram senja pun tak terelakkan.
Derai tawa dalam kayuhan sepeda seolah beriringin mengantarkan Naya dari pantai ke rumah. Senyum sang Bunda pun mengembang menyaksikan buah hatinya kembali, selamat tak kurang apa.
“Bagaimana renangnya, Sayang?” tanya bunda sambil mengusap rambut si Kecil.
“Saya tidak berenang , tapi saya bawa bintang laut untuk Bunda,” jawabnya sambil mengulurkan tangannya. “Besok boleh berenang lagi, Bunda?”…
…
Kawan Abers…
Sudahkah kawan-kawan menepati niat ketika pertama kali masuk ke ABIMC dan belajar internet marketing?. Mudah-mudahan, setelah tahu betapa beragamnya dan menariknya internet marketing, tidak membuat kawan-kawan lupa dengan niat awal untuk konsisten, fokus.
Jangan pernah mau kehilangan waktu dan kesempatan hanya karena terperdaya dengan sesuatu yang dianggap lebih indah. Internet memang mencerahkan, walau kadang melenakan. Ingat wasiat Bu Guru…fokus, praktek.
Selamat berkarya. Sukses selalu.
Renungan ini ditulis untuk AB Community, Jakarta, 10 April 2008.
























