Gadis “Kampung” yang Mendunia Lewat Bisnis Online - Pikiran Rakyat
Ditulis Oleh Mods, Friday, 17 August 2007
Anne Ahira, sehari-hari biasa dipanggil Ahira atau Hira, adalah seorang internet marketer kelas dunia. Keberhasilan Anne Ahira di Indonesia terhitung langka. Betapa tida, ketika tahun 2001 internet booming, ia sama sekali masih awam terhadap dunia yang satu ini. Ketika dibuatkan e-mail pertama kali oleh temannya, akhir tahun 2001, ia pun masih kebingungan, untuk apa e-mail tersebut? Namun setelah mendengar dari kakak iparnya bahwa ada seorang anak yang masih duduk di SMP bisa menghasilkan ribuan dollar setelah membangun bisnis di internet, barulah Hira termotivasi dan mulai mendalami, apa misteri di balik dunia maya ini.
KEBERHASILANNYA menjadi pemasar di dunia maya juga membuktikan bahwa pemasaran di internet tidak harus memiliki ilmu IT (Information Technology) yang handal. Bahkan ia mengaku, sampai saat ini pun dirinya tidak menguasai secara teknis tentang teknologi komputer. Tak heran bila Presiden melalui Menteri Urusan Peranan Wanita-nya menobatkan putri pasangan Bapak H. Sobur Sodikin dan Ibu Hj. Aas Asiah ini sebagai Kartini 2005.
Gadis kelahiran November 1979 asal kampung Bojong Sereh - Patal Banjaran Kabupaten Bandung ini terbilang sukses berbisnis di online. Meraup ratusan bahkan ribuan dollar, setelah belajar habis-habisan tentang internet marketing yang kemudian menemukan strateginya, bagaimana cara berbisnis di dunia maya yang menguntungkan dengan affiliate marketing dan network marketing.
Walaupun Ahira dijuluki “Asian Brain” di komunitasnya, tapi lulusan sastra Inggris ini malah lebih suka dijuluki gadis kampung yang mendunia. Betapa tidak, ia ingin mengangkat realitas dan spirit bagi masyarakat lainnya, karena pasti banyak orang yang tak akan mengira, dari kawasan pabrik tekstil Kabupaten Bandung ini mencuat nama Anne Ahira ke tingkat forum international.
“Saya orang Indonesia asli lho. Nama Ahira yang akhir-akhir ini banyak disoroti masyarakat, karena diduga keturunan Jepang. Itu keliru. Saya asli orang kampung. Nama tersebut cerita ibu saya, karena waktu itu ia merasa ‘kapok’ punya anak lagi, setelah mengandung saya 12 bulan. Jadi ia ingin Anne terlahir sebagai anak ter-ahir yang kemudian menjadi kata ahira,” tuturnya mengenang.
Apakah sampai disitu kiprahnya? Setelah sukses meraup untung ribuan dollar setiap bulannya, putri kedua dari 3 bersaudara ini malah ingin membagi-bagi ilmunya pada masyarakat Indonesia secara cuma-cuma. Ia bahkan menunda keputusannya untuk menikah.
“Saya termasuk orang yang punya prinsip besok bagaimana, dan bukan pemimpi yang berharap bagaimana besok. Termasuk dalam berkeluarga, bisnis yang dirintis saat ini justru untuk tabungan bekal berkeluarga,” ujar Chief Executif Officer (CEO) AsianBrain.com.
Menurutnya bisnis online lebih fleksibel dan santai apabila dijalani oleh ibu-ibu rumah tangga tanpa harus mengorbankan waktu untuk suami dan anak-anak.
“Saya akan memiliki banyak waktu untuk keluarga, karena saya telah membangun pasif income. Bisnis-bisnis online yang ada saat ini, secara otomatis akan menjadi mesin uang. Cita-cita saya adalah ‘pensiun’ sebelum umur 30 tahun. Retire within years, not in decades,” ucapnya Hira.
**
BISNISNYA di Internet sederhana, sebagai affiliate marketer bertugas layaknya agen/riteler atau broker yang mencarikan kebutuhan konsumen dan mempertemukannya dengan produsen melalui website yang kita buat. Sementara dalam network marketing, bisnis affiliate ini di-share dengan anggota lainnya, dan keuntungannya MLM/ Network Marketing, menjual keanggotaan saja mendapatkan bonus, apalagi menjalankan affiliate marketing.
Bila di forum internasional, gadis kelahiran 28 November 1979 ini acapkali menerima tawaran interview, termasuk berbagai media asing dan forum internasional yang banyak menyoroti masalah e-commerce, sebut saja Amerika, Sweden, Australia, Singapore, Inggris, dll. Hanya untuk berbagi pengalaman dan memberikan kiat-kiat usahanya ia mendapat bayaran 2-6 ribu dollar, akan tetapi untuk masyarakat Indonesia ilmunya akan ia bagikan secara gratis melalui situsnya AsianBrain.com.
“Saya ingin membangun dahulu Asian Brain untuk dipersembahkan pada tanah air tercinta. Saya ingin orang “awam” pun bisa berbisnis di Internet. Kalau Anda sangat baru dengan dunia Internet Marketing, tapi Anda bisa akses ke internet dan memiliki mental serta modal, Anda bisa menjalankan bisnis ini. Saya saja orang kampung bisa, kok! ha… ha..ha,’ ucapnya.
Di dunia online, Ahira terkenal sebagai internet marketer sukses. Dia adalah salah satu pengarang buku “30 Days To Internet Marketing Success”. Ahira menciptakan sebuah “System” untuk memasarkan produk yang tersebar di 38 negara. Buku ini ditulis oleh 60 orang pengarang yang merupakan internet marketer pilihan dari berbagai belahan dunia. Buku ini terkenal sebagai buku internet marketing terbaik sepanjang tahun 2003, karena dalam waktu kurang dari 4 bulan omzet penjualannya mencapai lebih dari 340.000 US$.
Ahira juga pernah diwawancara “Advance Vision Marketing America” mengenai “Internet Marketing Prophecies”. Perusahaan ini hanya memilih 8 orang internet marketer terbaik dari seluruh dunia. Ahira adalah satu-satunya wakil dari kawasan Asia Pasifik dan satu-satunya perempuan yang dipilih untuk wawancara ini. Hasil wawancara ini kemudian dijual “Advance Vision Marketing America” seharga 97 US$ per copy.
Saat ini secara rutin, Anne Ahira membuat “Afiliate Newsletter” yang berisi tips-tips strategi internet marketing dan dibaca oleh ribuan internet marketer di 124 negara. Newsletter berisi tips-tips strategi internet marketing ini dibaca oleh 14.000 lebih profesional internet marketer yang tersebar di 120 negara. Dan belum lama ini, Ahira terpilih menjadi “12 World’s Super Affiliate” tahun 2004. Hasil interview oleh Rud Turcano tersebut dijual sebesar 100 US$.
Keberhasilannya mencetak dollar mendorong ia untuk mendirikan “Elite Team International”. Kurang dari 4 bulan, anggotanya telah menyebar ke 5 benua. Ahira menjadi otak strategi marketing bagi 1.200 anggota “Elite Team” yang kini tersebar di 85 negara.
“Saya mengharapkan banyak orang Indonesia yang akan menjadi internet millionaire dalam jarak 3 hingga 5 tahun ke depan. Pasti pada nanya, apa Betul? Bisakah? Oh, sangat bisa, dong. Ingat! target market kita tidak terbatas. Target Market kita adalah dunia, tidak lokal Indonesia atau Asia. Jadi ngomong-ngomong, dari pada kita pinjam dolar terus ke luar negeri, mendingan kita berpenghasilan dolar dari luar negeri! Betul nggak? ha ha ha,” imbuh Hira.
Ahira yakin internet marketing adalah bisnis berprospek cerah di abad 21 ini. Ia mengungkapkan teman-temannya yang bekerja sebagai pegawai pom bensin atau pun ‘pizzaman’ berhasil menjadi internet milyuner (ingat dalam US$!) dalam kurun waktu 5-10 tahun. Tak menutup kemungkinan masa depan ini juga menjadi milik orang ‘kampung’ seperti dirinya yang baru menekuni internet marketing lebih dari 3 tahun terakhir ini.
**
HASIL yang diperoleh Ahira saat ini bukan tanpa pengorbanan. Ia juga melewati proses trial and error yang cukup melelahkan. Berbulan-bulan lamanya anak dari seorang karyawan pabrik tekstil dan penjual gado-gado sekaligus pemilik rumah makan “Annaneu” ini, mengulik berbagai strategi internet marketing dari rumahnya di Banjaran Kab. Bandung. Ahira sempat tidak direstui orang tuanya ketika memutuskan alih profesi. Betapa tidak, ketika itu penghasilannya dari mengajar bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia untuk bos-bos ekspatriat perusahaan tekstil, bisa mencapai Rp 12-17 juta per bulan. Itu semua ditinggalkannya. Berbulan-bulan ia tak ditanya orang tuanya. Mereka tak habis pikir mengapa Ahira malah meninggalkan mata pencahariannya yang sudah lumayan tersebut.
Tak sampai disitu, ia juga sempat dicemooh banyak orang ketika hampir setiap hari pulang pagi dengan kantung mata sedikit menghitam akibat kurang tidur. Maklum, semalaman ia asyik begadang di depan komputer untuk mencari informasi. Sering kali juga ia tak tidur saking tekunnya mengulik, dalam sehari tidur tak lebih dari 3 jam. Tak heran bila Anne sempat dicap gadis nakal karena sering keluar malam.
Motonya, ‘kekayaanku sejati adalah apa adanya aku, bukan apa yang aku miliki’. Moto itu juga yang membuat spiritnya tetap tumbuh manakala harus kehilangan mobil kesayangan hasil jerih payahnya mengajar.
Lulusan cum laude STBA Yapari Bandung ini juga berulang kali mengalami kegagalan dan kerugian hingga ribuan dollar. Modalnya yang didapat dari hasil tabungan selama menjadi pengajar bahasa nyaris habis. Sampai-sampai ia terpaksa menjual satu persatu properti miliknya, dari mulai teve, tape, hingga mobil kesayangannya.
“Pada saat pertama online, saya menghabiskan uang 4 hingga 6 juta per bulan untuk belajar affiliate marketing secara otodidak. Semua itu belum termasuk biaya internet dan telepon,” tuturnya.
Namun, Ahira tidak ingin pengorbanan yang begitu besar untuk belajar internet marketing dialami oleh marketer lainnya di Indonesia. “Melalui AsianBrain.com yang rencananya diluncurkan pertengahan 2005 ini, saya ingin membagi pengalaman secara cuma-cuma. Nantinya AsianBrain akan menjadi pusat studi online internet marketing, siapapun bisa mengaksesnya. Dan yang saya fokuskan adalah masyarakat Indonesia, jadi bahasa yang digunakan ya bahasa kita”, paparnya.
Untuk program ini sudah banyak yang melirik. Bahkan negara tetangga, Malaysia dan Singapura sudah memintanya agar mengeluarkan juga dalam bahasa Ingris dan keanggotaan tidak lokal Indonesia agar mereka bisa mengikuti. Tapi Ahira bertekad untuk tanah air tercinta dahulu. “Jangan kita yang menjadi target market mereka, tapi merekalah yang dijadikan target market kita,” ujar Hira bersemangat.***
Jalu
http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2005/0605/12/hikmah/lain01.htm
























